Walikota G.S Vicky Lumentut Mentor Diklat PIM II Angkatan XXI di Provinsi Banten

  • Whatsapp
KPU Tomohon


Daily Manado.Com, Banten–  Pemerintah kota (Pemkot) Manado tak henti-hentinya menciptakan inovasi dalam pelayanan berbasis informasi dan teknologi terus dikembangkan, salah satunya Panada Lini, (Portal Analisis Data Lintas Instansi), yang ciptakan oleh DR. Lini Tambajong, M.Si, Kaban Bapelitbangda Kota Manado, dalam materi proyek perubahan Diklat PIM II, BPSDMD Provinsi Banten di Pandeglang, Rabu (04/09/2019)

Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, hadir selaku mentor Diklat PIM II angkatan XXI dan memberikan support dan apresiasi terhadap rancangan proyek perubahan Kaban Bapelitbangda Kota Manado, yang merupakan pengembangan aplikasi Panada berbasis spasial yang dikembangkan Pemerintah Kota Manado kini berkembang dalam berbagai fitur dan multiplikasi pemanfaatan. “Aplikasi Panada Lini kedepannya, dapat menjadi solusi Manado menjadi kota layak huni,” ujar Walikota G.S Vicky Lumentut.

Sementara itu, Kaban Bapelitbangda Kota Manado, Selesai presentasi Rancangan Proyek Perubahan di BPSDMD Banten, menyampaikan terimakasih kepada Walikota sudah bersedia menjadi mentor dan hadir tepat waktu di Pandeglang. “Judul Proyek Perubahan Model Standar Pelayanan Perkotaan Kota Manado menggunakan PANADA-LINI (Portal Analisis Data Berbasis Peta-Lintas Instansi). Semoga dua bulan kedepan aplikasi ini jadi dan siap disimulasikan pada ujian akhir bulan November” Ujar Kaban Liny.

Ditambahkannya, Panada-lini adalah suatu model SPP yang tersistem dalam Portal Analisis Data berbasis Peta lintas instansi sebagai alat untuk mengukur penyediaan layanan perkotaan apakah sudah bisa dikategorikan sebagai Kota Layak Huni. 4 Standar dan 29 Pelayanan Perkotaan akan diformulasikan dalam portal big data, dipetakan penyebaran infrastrukturnya dan dianalisis.

Lanjut, Kaban Bapelitbangda Kota Manado ini, Hasil analisis SPP akan menghasilkan SPP manakah yang masih ada gap. Misalnya, pemenuhan Air minum baru 67 % yg terlayani, maka masih ada 33 % yg harus dipenuhi oleh kota untuk pemenuhan pelayanan. Dimana saja yang belum terlayani, bisa dilihat dalam aplikasi Panada.

“Di Panada Lini nantinya bisa dilihat berapa kebutuhan untuk Kota Manado dan berapa yang sudah terlayani. Sehingga pengusulan kegiatan perangkat daerah tepat sasaran.”tutup Kaban Liny Tambajong.  (Stand Lee)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *