Wawali Sompotan Hadiri Workshop SIMDA Integrated Perencanaan Tahunan

  • Whatsapp
KPU Tomohon

Tomohon – Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan menghadiri kegiatan Workshop SIMDA Integrated Perencanaan, bertempat di Hotel Villa Emita, Rabu (05/02/20).

Kegiatan ini pula turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Tomohon Ir. Enos Pontororing, MSi, Kepala Bapelitbangda Kota Tomohon Drs. Daniel Pontonuwu, beserta jajaran pemerintah Kota Tomohon lainnya.

Para Narasumber yakni, Koordinator Pengawasan BPKP Provinsi Sulut Mardiyanto Arif Rakhmadi, Fasilitator BPKP Provinsi Sulut Yoanes Tukijan dan Harkita Sinaga.

Wakil Walikota Tomohon Sompotan mengatakan. E-planning atau sistem informasi perencanaan memfasilitasi Bapelitbang dan perangkat daerah dalam penyusunan program kerja, sehingga perencanaan pembangunan dapat berjalan efektif, efisien dan terintegrasi.

Lebih lanjut dikatakan Wawali SAS, E-planning adalah sebuah alat yang dapat mengintegrasikan penyusunan RPJMD, RKPD, KUA/PPAS, KUA/PPAS Perubahan, RKPD Perubahan Kota Tomohon agar dapat terselesaikan dengan mudah, cepat, tepat dan sesuai dengan amanat Permendagri no. 86 tahun 2017.

Sementara e-budgeting adalah bentuk akuntabilitas juga transparansi dari pemerintah daerah terkait pengelolaan keuangan. E-planning dan e-budgeting merupakan bagian dari upaya sinkronisasi antara kebijakan dan program daerah dengan kebijakan dan program nasional.

Tujuannya agar terjadi sinergitas antara perekonomian daerah dan nasional, pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Implementasi e-planning dan e-budgeting pemerintah Kota Tomohon masih terpisah sehingga perlu dibangun sistim informasi yang mampu mengintegrasikan antara sistim perencanaan (e-planning) dan sistim penganggaran (e-budgeting).

“Saya berharap agar seluruh jajaran pemerintah daerah dapat memahami tugas pokok dan fungsinya untuk menjabarkan visi serta misi pembangunan daerah yang termuat dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Tomohon tahun 2016-2021 sebagaimana ditetapkan dalam perda nomor 6 tahun 2018 ke dalam rencana program dan kegiatan masing- masing perangkat daerah baik renstra maupun renja,” ujar SAS.

Sementara itu, Sistem berbasis e-planning kiranya dapat dikendalikan dan dikoordinasikan oleh Bapelitbang dan diintegrasikan dengan e-budgeting yang dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Tomohon.

Hal ini untuk mencegah inkonsistensi antar dokumen perencanaan, baik pada tingkat program maupun kegiatan yang termuat dalam renja dan renstra perangkat daerah, terhadap RPJMD serta mencegah munculnya program atau kegiatan setelah pembahasan KUA/PPAS.

Implementasi e-planning Simda integrated BPKP merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah Kota Tomohon dalam program pencegahan korupsi, sebagaimana telah disepakati bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui penggunaan sistem e-planning Simda integrated dalam pembangunan ini, nantinya akan menjadikan target pembangunan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat, karena didasarkan pada data informasi yang terintegritas di dalam sistem, bahkan penerapan aplikasi.

e-planning dalam perencanaan pembangunan daerah dapat memberikan kemudahan bagi semua pihak, baik masyarakat maupun semua pemangku kepentingan terhadap akses informasi.

Sebagai acuan pembangunan yang mensejahterakan adalah pembangunan yang dimulai dari perencanaan yang tepat sasaran. Karena itu pemerintah kota tomohon membutuhkan komitmen dari seluruh pihak dalam penerapan e-planning simda integrated sebagai upaya mewujudkan rencana pembangunan daerah yang berkualitas.(Tya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *