Pemkot Tomohon Beri Penjelasan Soal ODP, PDP dan Suspect

  • Whatsapp
KPU Tomohon

Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon melalui Kepala Dinas Kesehatan dr Deesje Liuw MBiomed memberikan penjelasan terkait sejumlah istilah.

ODP atau Orang Dalam Pemantauan, orang ini belum menunjukkan gejala sakit tapi memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri atau daerah lain di Indonesia yang telah dinyatakan terjangkit Virus Corona atau pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang diduga positif COVID-19 dan diharapkan orang ini untuk melakukan isolasi mandiri. Tindakan yang dilakukan terhadap orang dalam kategori ini adalah dilakukan pemantauan oleh tim kesehatan dan yang akan dilakukan adalah pemeriksaan suhu tubuh atau pantauan kesehatan lainnya.

PDP atau Pasien Dalam Pengawasan, orang dalam kategori ini adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau daerah lain di Indonesia yang terjangkit atau melakukan kontak dengan orang yang terjangkit, yang sudah menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek dan atau sesak nafas. Orang dalam kategori ini sudah harus mendapat penanganan medis yang lebih intens lagi dalam bentuk pemeriksaan laboratorium dan rontgen paru.

Suspect, pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan atau daerah lainnya di Indonesia yang terjangit Virus Corona, yang sudah menunjukkan gejala terjangkit seperti suhu tubuh yang semakin tinggi, batuk dan pilek yang lebih sering dan sesak nafas atau diduga kuat telah melakukan kontak dengan orang yang positif terjangkit COVID-19. Terhadap mereka sudah harus dilakukan tindakan pemeriksaan spesimen/uji klinis lebih lanjut menurut metode yang ada, untuk mencari tahu status apakah positif atau negatif.

Sekretaris Kota Tomohon Ir Harold Lolowang MSc meminta agar hal ini harus diketahui dan dipahami oleh masyarakat luas dengan maksud agar tidak panik tapi juga tetap waspada sambil berdoa agar dijauhkan dari Virus Corona ini.

“Diharapkan juga kerjasama dari seluruh maayarakat yang merasa punya riwayat perjalanan ke luar negeri atau daerah lain yang terjangkit serta pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 agar segera melakukan konsultasi ke kelurahan atau instansi kesehatan terdekat,” ujar Lolowang.

Ditambahkannya, masyarakat yang mengetahui di sekitar mereka ada orang yang mengalami hal demikian agar juga segera berkonsultasi ke kelurahan atau instansi kesehatan terdekat.(Tya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *