Walikota Eman Pimpin Rapat Terkait PMR Covid-19

  • Whatsapp
KPU Tomohon

Tomohon – Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, CA dari Ruang Kerja di Rumah Kediaman memimpin Rapat Melalui Video Conference yang membahas Pemutusan Mata Rantai Penyebaran Covid-19 di Kota Tomohon.

Sebagai pembicara pada rapat ini yakni Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Harold V. Lolowang, MSc dan dr. Hariyanto dari RS Bethesda.

Narasumber dr.Hariyanto mengatakan, bahwa di kehidupan normal baru saat ini agar menghindari kebiasaan lama seperti memegang mata, hidung,mulut dan telinga dan juga menghindari berada di ruang sempit dengan sirkulasi udara yang kurang baik, semuanya ini untuk menjaga kesehatan.

Kota Tomohon masuk salah satu dari 57 Kab/Kota zona merah dari 524 kab kota di Indonesia. Dimana dengan peningkatan pasien terkontaminasi positif corona dari 80 pasien pada tanggal 8 juli 2020 menjadi 134 pasien pada tanggal 12 juli 2020.

Hal ini mengindikasikan dugaan bahwa telah terjadi transmisi lokal dalam Kota Tomohon, yang harus segera diputuskan. Karena fakta-fakta yang ada masyarakat masih melaksanakan acara-acara yang mengumpulkan banyak orang seperti kumawus/mingguan, berkumpul dan beracara di kebun dengan tidak menerpkan protokol Kesehatan ketat seperti tidak pakai masker, tak cuci tangan, tidak menjaga jarak hubungan sosial dan fisik, serta yang lainnya.

Sementara itu, Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman,SE.Ak.CA menambahkan, saat ini telah terjadi tingkat penularan yang sangat tinggi hingga Kota Tomohon masuk dalam zona merah, hal ini tentu harus diwaspadai, oleh karena itu Pemerintah mengambil langkah-langkah tegas dan bijak dalam rencana memutus mata rantai Covid-19 karena virus ini belum ada vaksinnya.

Eman mengingatkan, Jangan hanya Lurah saja yang bergerak tetapi sampai dengan pejabat eselon dua harus proaktif, ini tentu memerlukan tindakan yang dilakukan bersama untuk itu diminggu yang berjalan ini kita akan melakukan aksi, dan tentunya recana aksi harus ada protap yg resmi dan konkrit agar dari Kelurahan, Kecamatan dan pemerintah Kota Tomohon satu arahan atau satu suara dalam Percepatan dan Penanganan Covid 19 ini. Aksi yang akan segera kita laksanakan diantaranya Pasar akan dibersihkan dan di semprot desinfektan.

Pemerintah berharap di bulan Agustus akan terjadi penurunan kasus penularan Covid-19, dan perlu di ingat pula bahwa ini bukan Lockdown tapi tatanan kebiasaan baru. Semoga langkah-langkah ini akan berhasil untuk kita memutus mata rantai Covid-19 di Kota Tomohon.

Begitupun yang disetujui dalam rapat yakni pelaksanaan PMR belum akan diterapkan pada minggu ini, karena masih ada tahapan sosialisasi terbeih dahulu kepada masyarakat.

Untuk pelaksanaan kegiatan di Pasar Wilken yang dalam beberapa hari ini akan disterilisasi atau disemprot disinfektan.

Eman menghimbau dan mengajak kepada seluruh komponen dalam masyarakat agar mentaati dan melakukan protokol kesehatan ketat dalam beraktifitas sehari-hari. Sayangi diri dan keluarga anda dan orang lain serta peduli kesehatan semua orang untuk kemanusiaan.

Masyarakat diharapkan selalu berdoa,tetap waspada, hindari keramaian, pakai masker, jaga kebersihan, konsumsi makanan dan minuman bergizi untuk kekebalan tubuh.

Tujuan pelaksanaan rapat ini yakni memberikan informasi kepada masyarakat umum dan para peserta rapat tentang rencana Pemutusan Mata Rantai (PMR) Covid-19 yang kegiatannya akan disosialisasikan dulu kepada masyarakat untuk selanjutnya akan disampaikan waktu pelaksanaannya.(Tya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *