Partai Demokrat Turunkan Satgas Pilkada di 8 Kota/Kabupaten di Sulut

  • Whatsapp
KPU Tomohon

DAILY MANADO.COM–  Dalam Pilkada serentak di 8 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menurunkan Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawal pemenangan di pilkada tersebut.

Terbukti, DPP Partai Demokrat menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Pilkada di 248 daerah se-Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun 2020, yang pasangan calon (paslon) diusung dan didukung Partai Demokrat, termasuk di Sulut.

Satgas Pilkada yang ditugaskan di Sulut adalah Andi Timo Pangerang selaku Koordinator Satgas Pilkada Zona Sulawesi 1 bersama Kamihar Lakumani, Reza Nangka, Rocky Amu, dan Steven Rumangkang.

Kehadiran Satgas Pilkada di Sulut ini didampingi Ketua dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulut Mor Dominus Bastiaan (MOR) dan Billy Lombok.

Kepada wartawan saat Media Gathering yang berlangsung di Hotel Peninsula Manado, Senin (02/11) malam tadi, Waksekjen DPP Partai Demokrat ibu Ani mengatakan Satgas Pilkada ini dibentuk oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harymurti Yudhoyono (AHY).”Pembentukan Satgas Pilkada ini dalam rangka keseriusan Partai Demokrat untuk membantu monitoring sinkronisasi dan evalusasi antara struktur partai dengan pasangan calon yang diusung, termasuk di Sulut,” ujarnya.

Struktur itu, lanjut Ani, melibatkan DPD, DPC hingga PAC termasuk Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/kabupaten setempat.

^Kami hadir di Sulut untuk melihat, mendengar dan mengumpulkan data apakah semuanya sinkron, dalam satu garis untuk memenangkan paslon yang kita usung dan kita dukung di pilkada serentak seluruh Sulawesi Utara tahun 2020 ini,” katanya.

Menurut Ani, Satgas Pilkada ini menyebar ke seluruh daerah yang menggelar pilkada di Sulut, yakni satu Pemilihan Gubernur Sulut dan 7 pilkada kabupaten/kota, masing-masing Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolmong Timur dan Kabupaten Bolmong Selatan.

“Satgas ini akan mengecek kesiapan tim di daerah. Kami ingin melihat dan mengetahui apakah semua sudah segaris? Apakah ada yang perlu diperbaiki atau dikomunikasikan? Jika kemudian ditemukan ada kader yang tidak segaris, Satgas Pilkada akan mencari penyebab sekaligus solusi dan kita evaluasi. Karena Partai Demokrat ingin semuanya menang.,” tegasnya.

Namun mantan Plt Ketua Partai Demokrat Sulut ini menyatakan, dengan membentuk Satgas Pilkada ini, Partai Demokrat tidak hanya ingin memang di seluruh pilkada di Sulut, tapi juga sekaligus memastikan paslon mengikuti arahan Ketum AHY yaitu  menerapkan menerapkan protokol kesehatan.

“Pesan dari Ketum AHY adalah demi keselamatan, calon kepala daerah dari Partai Demokrat untuk menjalankan kampanye, dengan menerapkan protokol Covid-19, secara ketat dan disiplin. Jangan sampai karena pilkada, justru menciptakan kluster-kluster baru Covid-19 di berbagai daerah,” paparnya.

Ditegaskan Ani, kemenangan memang menjadi tujuan setiap paslon di Pilkada 2020, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas bagi partai Demokrat.

“Kita ingin menang, tapi juga selamat. Itu pesan Ketum AHY,” tandas Ani seraya menambahkan pihaknya akan melapor hasil pemantauan dan evaluasi di Sulut kepada Ketua Satgas Pilkada dalam hal ini dijabat oleh Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Rafly.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *