Pemakaman almh Henny Mantan Pejabat Sulut Tidak Diketahui Keluarga, Harta Warisan Direbut Anak Asuh, Ada Apa ?

  • Whatsapp
KPU Tomohon
Ir. Steven Kondoy di dampingi Kuasa Hukum Fahmi Oksan Awulle,SH & Patners

 

Daily Manado.com – Mantan Staff Ahli Gubernur Sulawesi Utara Ir Henny Kondoy mengakhiri hidupnya sangat memilukan. Henny diduga menderita sakit parah, kemudian mendapat perlakuan buruk dari sang anak asuh. Keluarga menyebut, Henny meninggal secara tidak wajar karena dibawa ke daerah yang tidak diketahui keluarga intinya. Ironis, kematian ibu Henny meninggalkan serangkaian kontrovesi yang berujung hukum.

Belum hilang rasa duka dan gening air mata keluarga, warisan Henny keburu direbut anak asuh, Aprilia Syalomitha. Keluarga mengendus ada pihak yang mempengaruhi Syalomitha kemudian mengubah dokumen.

Pendeta Steven Kondoy mengisahkan perjalanan hidup mendiang Henny dan keluarga. Henny dan suaminya Djalan Dede Sembiring tidak memiliki anak kandung. Pasangan suami-istri ini mengasuh dua anak.  Anak pertama sempat diikat secara hukum melalui Akta Notaris. Sementara anak kedua, Aprilia Syalomitha tidak dalam ikatan hukum melalui Akta Notaris.

Dalam perjalanan waktu, suami Henny dan anak angkat yang diikat Akta Notaris meninggal dunia. Kematian suami dan anak angkat sah, meninggalkan Henny dan Syalomitha. Hingga suatu waktu, Henny jatuh sakit. Ia sempat dirawat sang adik Pendeta Steven Kondoy dan keluarganya.

Suatu ketika, persis akhir bulan Desember 2020 kemarin, ibu Henny mempersilahkan Steven masuk kantor. Sekembali dari tempat kerja, Steven yang sedang menenteng pakaian bersih untuk Henny, menemukan rumah Henny di bilangan kelurahan Bumi Nyiur kecamatan Wanea kota Manado, dalam kondisi terkunci. Rasa kecurigaan muncul. Henny dan Syalomitha tidak berada di rumah. Steven bertambah panik, karena semua nomor kontak Henny maupun Syalomitha tidak aktif.

Satu setengah bulan waktu berjalan, Steven mendapat kabar Henny meninggal di desa Langowan kabupaten Minahasa. Menyedihkan, karena menurut Steven, mereka tidak memiliki keluarga di daerah tersebut.

Mendapat kabar kematian Henny, Steven kemudian mengumpulkan keluarga untuk beribadah di rumah Henny, sambil menunggu jenasah sang kakak.

“Kami sudah menunggu agar jenasah dibawa ke Manado tapi tidak muncul. Belakangan ada kabar, kakak saya dikubur di desa Wasian kecamatan Kakas. Sedih karena kami tidak melihat langsung. Tidak ada keluarga di sana,” tutur Steven, Selasa (23/03/2021), di rumah mendiang Henny kelurahan Bumi Nyiur.

Pasca kematian Henny, keluarga mulai mengendus permainan Syalomitha dan sejumlah pihak termasuk pengacara kontroversial Demer Malonda SH. Dugaan itu menguat ketika Syalomitha buru-buru memakai jasa pengacara untuk mengamankan warisan Henny. Padahal, wasiat Henny sebelumnya, semua warisan akan diatur Steven sebagai adik kandung Henny dan bagian dari keluarga inti.

Sepak terjang Syalomitha sebenarnya sudah dicurigai Steven semasa merawat Henny. “Dia mencuri perhiasan emas, mencuri uang, Lalu yang lebih parah dia mengalihkan uang Henny di bank sebesar Rp2,5 miliar ke rekeningnya. Uang itu yang kami duga dipakainya untuk memakai jasa segelintir orang untuk mem-back up dia. Dia juga menjual satu bidang tanah di desa Koka,” ujar Steven.

Mengenai rangkaian kasus ini, keluarga sudah tiga kali melapor ke Polresta Manado dengan obyek laporan yang berbeda. Sayangnya, laporan itu selalu mentok di meja penyidik. Buntutnya, keluarga menggunakan jasa pengacara hukum Fahmi Oksan Awulle SH.

Puncak kegaduhan itu, kuasa hukum keluarga Kondoy, Fahmi Oksan Awulle SH turun ke rumah mendiang Henny, di Bumi Nyiur, Manado, sore kemarin.

Fahmi terjun langsung membongkar misteri kematian Ir.Henny Kondoy. Fahmi juga mengejar semua aset dan warisan mendiang Henny, yang belakangan disinyalir sebagian sudah digelapkan anak asuh Aprilia Syalomitha dan grupnya.

Fahmi bersama tim hukum mendatangi rumah almarhum Henny, Selasa (23/3/2021) sore di bilangan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea, Manado. Di sana Fahmi sempat berinteraksi dengan Syalomitha dan kuasa hukumnya. Dalam pertemuan itu, Fahmi meminta Syalomitha jujur dan bekerja sama dengan keluarga Henny, yakni Pendeta Steven Kondoy sebagai penerima wasiat dan mengelola aset.

Kuasa Hukum keluarga Kondoy, Fahmi Oksan Awulle SH. 

Sempat terjadi debat kusir, Fahmi menegaskan sikapnya untuk menyeret semua pihak yang terlibat dalam misteri kematian Henny dan dugaan penggelapan aset termasuk pencurian. Fahmi bukan tanpa alasan. Ia menunjuk semua dokumen asli termasuk sertifikat aset yang ditinggalkan almarhum Henny Kondoy kepada sang adik Pendeta Steven Kondoy.

“Adik (Syalomitha) harus lebih takut Tuhan. Saya minta adik tidak terpengaruh pihak lain. Jujur dan siap bekerja sama dengan keluarga. Kalau adik tidak mau dan menantang balik, saya tempuh semua jalur. Saya pastikan adik tidak akan menang,” tegas Fahmi di depan Syalomitha dan kuasa hukumnya.

Dalam kasus ini, Fahmi menegaskan akan membawa semua laporan keluarga di Polresta Manado ke Polda Sulut. “Kami akan naikan ke Polda Sulut agar kasus tuntas. Semua yang bekerja sama dengan Syalomitha kami seret ke pidana,” tegas Fahmi.

Sementara itu,  Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wanea AKP Bartholomeus Dambe memutuskan untuk memasang police line di rumah mewah tersebut.

Kapolsek Wanea AKP Bartholomeus Dambe. 

“Kami memutuskan ini agar dua belah pihak menempuh jalur yang pasti. Untuk memastikan siapa yang berhak. Karena dari aspek keperdataan, dua belah pihak mengklaim kepemilikan sebagai ahli waris ibu Henny,” tegas Bartho.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *