Polres Berhasil Bekuk Pengedar Narkoba

  • Whatsapp
KPU Tomohon

Tomohon – Kepolisian Resor (Polres) Tomohon melalui Satuan Narkotika berhasil membekuk lelaki berinisila SMM alias Tito Warga Palu berumur 40,pada Jumat (18/1/19) di Kelurahan Kakaskasen Tiga Lingkungan Lima Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.

Penangkapan dipimpin Kasat Narkorba ini yang berhasil mengamankan tersangka dengan barang bukti 7 paket kecil Shabu dengan berat 3,5 gram bersama kunci mobil, STNK, 1 unit kendaraan Daihatsu Xenia warna putih dengan nopol DB 1959 AM,1 buah telepon selular Nokia warna putih, 1 buah HP merek Xiomi warna hijau,1 skop shabu dari plastik dan 1 kantong plastik kecil warna hitam.

Hal tersebut diungkap Kapolres Tomohon AKBP Raswin Bachtiar Sirait SIK SH MSi dalam Konfrensi Pers kepada wartawan, Kamis (06/3/2019).

“Pelaku narkoba ini berhasil kami tangkap dengan barang bukti narkotika jenis shabu-shabu, Pelaku diamankan berdasarkan laporan masyarkat. Karena tanpa bantuan masyarakat kami tidak bisa mengungkap kasus ini sendiri,” ujar Kapolres Tomohon.

Ditambahkan Kapolres,pengungkapan kasus ini adalah untuk menjadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat bahwa Polri tidak main-main dalam mengungkap dan menghukum para pelaku pengedar dan pemakai Narkoba di Indonesia, terutama di wilayah Kota Tomohon.

“Kota Tomohon harus bersih dari peredaran Narkoba,” tegas Sirait.

Kapolres menyebut tersangka adalah pengedar narkotika antar provinsi yang diduga merupakan jaringan Malasyia yang memasok narkotika jenis shabu. Untuk tesangka dikenakan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan penjara pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 Miliar.

“Tersangka kami tahan di Polres Tomohon, untuk perkaranya saat ini sudah dinyatakan lengkap sejak 26 Februari, tinggal menunggu waktu penyerahan tahap dua kepada pihak Kejaksaan Negeri Tomohon, dan perkara masih ada juga proses pengembangan namun saat ini kami press rilis karena dengan pertimbangannya adalah karena berkasnya sudah dianggap lengkap namunpengembangan tetap dilaksanakan penyidik dilapangan,” terangnya.

,Dikatakan Sirait,kemungkinan juga masih ada tersangka lain dan penyidik saat ini masih melakukan pengembangan terkait dengan jaringannya yaitu siapa saja yang menjadi pembelinya.

“Namun untuk sementara tidak ada pengakuan dari tersangka siapa-siapa saja yang menjadi pembeli,” ujlngkapnya.(Tya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *