Pendarahan Jadi Penyebab Angka Kematian Ibu, di Kota Manado

  • Whatsapp
KPU Tomohon

Plt.Kadis Kesehatan kota Manado dr Nora  Lumentut
Daily Manado.Com – Angka kematian ibu di Kota Manado meningkat. Data 2017 menunjukkan angka kematian ibu ada enam kasus. Meningkat menjadi 10 kasus pada 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Nora Lumentut mengatakan kematian kepada ibu pada umumnya disebabkan pendarahan. “Dikarenakan waktu kehamilan jarang mengontrol atau melakukan pemeriksaan di tiga bulan kehamilan pertama (K1) dan pada tiga bulan kehamilan terakhir (K4),” ujarnya.

Dia mengakui, di awal tahun 2019 sudah ada kasus kematian pada ibu. Untuk menekan angka kematian ini, pihaknya meminta ibu hamil rajin memeriksa kandungan ke bidan dan dokter spesialis. “Ini dilakukan untuk melihat potensi risiko. Apakah mengalami pendarahan atau kesulitan lainnya,” kata Lumentut.

Menurut dia, untuk meminimalisir terjadi gangguan pada hamil, Pemerintah Kota Manado telah menyiapkan rumah tunggu kehamilan dekat dari 16 puskesmas yang ada di Kota Manado. “Tujuannya agar ibu hamil dekat dengan pelayanan kesehatan. Sehingga risiko terjadi pendarahan minim,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada bidan-bidan untuk meningkatkan kompetensinya dalam menangani ibu hamil. “Pelatihan ini akan dilakukan di tahun berjalan untuk mengasah keterampilan para bidan,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, pemerintah sudah memberikan jaminan kepada 97,7 persen warga Kota Manado yang tidak mampu untuk mendapatkan perlindungan kesehatan dari BPJS Kesehatan. “Ini bentuk perhatian pemerintah menjamin warganya mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dan minimalisir kematian ibu,” ungkapnya.  Dia juga menyarankan ibu hamil agar bersalin di puskesmas dan rumah sakit. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Manado Nortje Van Bone meminta dinas teknis memberikan perhatian serius terhadap kematian ibu hamil. “Jangan sampai angka kematian ibu hamil bertambah. Sosialisasi harus terus dilakukan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil agar terhindar dari risiko kematian,” pungkasnya.

(Stand Lee)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *