DPRD Manado Gelar Ranperda, Incar Bantuan World Bank

Daily Manado. Com – DPRD Manado dalam Pembahasan Ranperda Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar di tahap membincangkan alot di kebutuhan naskah akademik, di Ruang Paripurna, Kamis (23/11/2023).
Ketua Pansus Jeane Laluyan menuturkan, pembahasan seputar naskah akademik itu dimintakan sebagai bagian sinkronisasi dalam penetapannya nanti.
“Sudah ada koordinasi dengan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI sebelum naskah rancangan dibuat,” kata dia.
Dirinya turut meminta penjelasan dari Akademisi Unsrat Toar Palilingan SH dalam penjelasan tersebut untuk hal tersebut.
Dan, Palilingan mengutarakan bahwa perluasan usaha ke perumda dengan turut mengatur pasal-pasal tertentu juga harus dipertanggungjawabkan yang terletak di tata akademiknya.
Lanjutnya, terdapat etika dalam penelitian dalam naskah akademik dan memang butuh waktu penjelasan di mekanisme tersebut.
Disampaikan juga, kalau naskah akademik akan diharmonisasikan soal penyusunannya oleh pihak Kemenkumham RI.
“Tapi, ketika hanya sesuai dimohonkan, maka mereka akan kerja seperti dimohonkan. Karena itu bukan di produk mereka,” jelasnya.
Selanjutnya, pembahasan berlangsung dengan tanggapan dari personil pansus Mona Kloer SH MH, Franklin SInjal SH MH, Bobi Daud, Drs Dolfi Angkouw, Ronny Makawata SE, Nur Amalia, Rosalita Manday SSi dan lainnya.
Termasuk, terlebih dahulu sudah disampaikan oleh Sekretaris Kota Manado Dr Micler Lakat SH MH penjelasannya secara pasal per pasal.
Di sisi lain, pembahasan ini informasinya dari sumber terpercaya, mempunyai kiblat akan dukungan penyaluran bantuan anggaran dari World Bank.
World Bank sendiri dikutip muncul sesuai di website The World Bank tertanggal 17 Juni 2022 lalu, kalau persetujuan dukungan keuangan untuk Pemerintah Indonesia ada.
Menyediakan dana dukungan sebesar 750 Dollar Amerika Serikat bagi Indonesia atau sebesar Rp 11, 6 milyar lebih. Itu dengan kurs rupiah, 1 US Amerika Serikat dikisaran Rp 15.000 lebih.
Ada pun kaitan kemungkinannya bagi Manado, melekat di upaya peningkatan pendanaan bagi daerah, meningkatkan hasil belanja pembangunan, dan lebih selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Rupanya, Manado sudah menangkap dan merancang jauh waktu untuk jadi bagian salah satu dari daerah yang mendapat dukungan tersebut.
Dan, cocok menjadi daerah yang menerimanya nanti sesuai maksud dari World Bank tersebut diturunkan.
Seperti bagi pendanaan daerah, dimana bagian prioritas pendapatan daerah dari perubahan status ke perumda dari perusahaan daerah Pasar dan Air Manado. Sampai, lewat Pemkot Manado merancang lewat digodoknya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).
“Pansus sendiri, setelah dibentuk lantas melakukan pembahasan dari TAPD Pemkot Manado.Agenda pertama turun lapangan, Rabu (22/11/2023) dan sudah masuk pembahasan, Kamis (23/11/2023),” ungkap Laluyan.
Diketahui, pembahasan lanjutan akan berlangsung, Jumat (24/11/2023) dan serupa dengan Pansus Ranperda PDAM yang pembahsan di Ruang Fraksi PDIP dengan ketua Ir Jein Sumilat mendapat pembahasan serupa untuk dilanjutkan pembasannya.
Turut hadir saat itu, Dirut PD Air Manado Lucky Senduk Sked, lengkap dengan jajaran direktur serta kabag dan begitu juga terlihat Dirut PDAM Meiky Taliwuna serta jajarannya. (Lee)

Pos terkait